Darwin Airline dan Pesawat Saab 2000

Darwin Airline dan Pesawat Saab 2000

Darwin Airline dan Pesawat Saab 2000 – Transportasi udara menjadi salah satu transportasi utama yang ada saat ini. Waktu tempuh yang lebih cepat menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang lebih memilih pesawat daripada transportasi darat ataupun transportasi laut. Lebih lagi, faktor kenyamanan juga sangat menjadi perhatian. Tidak hanya untuk akses transportasi jarak jauh yang menghubungkan antar negara, tapi penerbangan domestik pun mulai banyak digemari dibandingkan bepergian dengan kereta. Karena inilah, perusahaan maskapai penerbangan terus berkembang. Meski demikian, tidak semua maskapai mampu bertahan. Hal ini pula yang dialami oleh Darwin Airline. Maskapai ini sempat menjadi salah satu maskapai pilihan, khususnya di Eropa bagian barat.

Darwin Airline merupakan maskapai yang berbasis di negara Swiss. Maskapai ini bermarkas di Bandara Lugano. Dua bandara yang menjadi basisnya adalah Bandara Lugano yang menjadi markas serta Bandara Jenewa. Dari negara ini, perjalanan domestik dan internasional disediakan. Lintasan antar negara yang dicakup oleh maskapai ini meliputi negara-negara seperti Prancis, Kroasia, Jerman, Belanda, Spanyol, serta Britania Raya. Dari segi sejarahnya, maskapai ini didirikan pada tanggal 12 Agustus 2003. Walau demikian, Darwin Airline baru benar-benar beroperasi pada bulan Juli 2004. Ada jangka waktu hampir satu tahun hingga maskapai ini menyediakan layanan penerbangan, baik itu domestik serta internasional. Namun, maskapai ini akhirnya berhenti beroperasi pada tahun 2014. Adanya kebijakan pencegahan yang ditetapkan oleh Uni Eropa menjadi salah satu alasan utama maskapai ini akhirnya tidak lagi menyediakan layanan penerbangan.

Di masa beroperasinya, maskapai ini setidaknya memiliki 16 armada pesawat terbang. 10 di antaranya merupakan pesawat yang dibuat oleh Saab. Semuanya merupakan model pesawat Saab 2000. Pesawat ini merupakan model pesawat dengan sayap rendah dan memiliki kabin yang bisa memuat sekitar 50 tempat duduk. Pesawat ini sendiri merupakan versi pengembangan dari model Saab 340 yang merupakan salah satu model pesawat yang sukses dari pabrik pesawat ini. Rencana pengembangan model baru untuk Saab 2000 ini sudah mulai dirancang sejak 1988. Walau demikian, pesawat Saab 2000 baru pertama kali resmi mengudara pada 26 Maret 1992. Salah satu target utama dari pengembangannya adalah kemampuannya untuk bisa naik serta mendarat dengan cepat dan lebih efisien, sehingga pesawat pun bisa tetap beroperasi di bandara dengan panjang lintasan yang tidak terlalu panjang.

Selain itu, efisiensi performa juga menjadi pertimbangan lain dalam proses pengembangan Saab 240 hingga memunculkan model baru yang banyak digunakan oleh Darwin Airline ini. Efisiensi performa ini dihasilkan oleh penggunaan turboprop. Kemudian, desain sayap dari pesawat ini juga berubah. Sayapnya menjadi lebih panjang. Di masing-masing sayapnya terdapat mesin sebagai pendorongnya. Dalam proses pengembangannya, ukuran sayap yang ditambahkan ini tidak hanya untuk menunjang performa dari pesawat ini. Dengan ukuran yang baru, mesin pun bisa diletakkan di posisi yang lebih jauh dari badan pesawat. Hal ini sangat penting untuk semakin mengurangi rasa bising dari kinerja mesin yang ada. Dengan demikian, penumpang pun tidak terlalu terganggu dengan suara yang dihasilkan daya dorong ini.

Baca juga : Perjalanan Darwin Airline dalam Dunia Penerbangan

Selain ukuran dari sayap yang menjadi bertambah setidaknya 15%, kabin pun dibuat senyaman mungkin. Faktor peletakan mesin adalah salah satunya. Selain itu, jarak antar satu tempat duduk dengan tempat duduk di baris lainnya pun dibuat lebih lebar. Hal ini sangat penting, terutama ketika pesawat Saab 2000 ini digunakan untuk perjalanan jangka panjang. Atas dasar alasan ini pula kemudian Darwin Airline banyak mengisi armada pesawatnya dari model Saab 2000 ini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.