Informasi tentang Darwin Airline

Informasi tentang Darwin Airline

Informasi tentang Darwin Airline – Sektor transportasi udara menjadi salah satu pilihan yang banyak disukai oleh orang-orang yang membutuhkan akses untuk bepergian. Pilihan berupa pesawat terbang dirasa lebih efektif karena lebih cepat, dan jarak jauh pun tak terlalu menjadi kendala. Bahkan, bila dibandingkan dengan transportasi darat seperti kereta dan kapal untuk transportasi laut, pesawat tetap dirasa menjadi pilihan yang tepat. Walau harga tiket bisa cukup menunjukkan selisih angka, ini bukan menjadi hambatan karena kenyamanan dan kecepatan yang bisa didapatkan dari transportasi ini. Terkait dengan itu, industri maskapai udara terus berkembang seiring dengan tingginya permintaan dan semakin majunya teknologi. Ada banyak maskapai yang saat ini aktif, dan jumlahnya bisa saja terus berubah karena kondisi yang ada. Hal yang sama juga dialami oleh Darwin Airline.

Darwin Airline adalah salah satu maskapai yang beroperasi di area benua Eropa, khususnya di negara-negara Eropa bagian barat. Maskapai ini berbasis di Swiss, tepatnya di Bandar Udara Lugano. Maskapai ini sendiri telah memulai bisnisnya di tahun 2003 dan melakukan penerbangan awal di tahun 2004. Namun, sekarang maskapai ini sudah berhenti beroperasi. Di tahun 2014, tepatnya di bulan Januari 2014, maskapai ini sudah tidak lagi beroperasi. Walau demikian, beberapa informasi tentang maskapai Darwin Airline tetap menjadi hal yang patut diketahui, terutama bagi orang-orang yang tertarik dengan bisnis dan industri penerbangan yang ada di Eropa.

Maskapai Darwin Airlines melayani penerbangan domestik maupun internasional. Penerbangan domestik tentunya berada di negara asalnya, yaitu Swiss. Dua bandara yang menjadi basis utama dari maskapai ini adalah Bandara Lugano dan juga Bandar Jenewa. Untuk rute internasionalnya, ada beberapa negara yang dihubungkan oleh maskapai ini ketika masih beroperasi. Negara tersebut meliputi Italia, Spanyol, Belanda, Jerman, Prancis, Kroasia, hingga Britania Raya. Negara-negara tersebut adalah beberapa rute utama dari perjalanan internasional dari maskapai ini ketika masih aktif beroperasi. Namun, sekarang hal ini sudah tidak berjalan lagi.

Dalam sejarahnya, ada berbagai hal yang mempengaruhi perkembangan dari Darwin Airlines. Salah satu yang utama adalah pembelian saham Darwin Airline oleh Etihad Airways. Hal ini terjadi pada akhir tahun 2013, tepatnya pada 17 November 2013. Saat itu, sepertiga dari total saham Darwin Airline berhasil dibeli oleh Etihad Airways. Setelah proses transaksi diselesaikan, kemudian Darwin pun menggunakan nama baru, yaitu Etihad Regional. Walau demikian, operasi dan kinerja dari Darwin Airline tidak mengalami perubahan atau perombakan. Semua tetap berjalan seperti sebelum adanya pembelian sepertiga saham tersebut. Bahkan, dalam kebijakan pembeliannya, Etihad Regional tetap mendapatkan label yang menyebutkan bahwa maskapai ini dioperasikan oleh Darwin Airline. Tagline ini ditambahkan di belakang nama Etihad Regional. Walau pembelian ini dilakukan di tahun 2013, namun pesawat pertama yang menggunakan nama baru ini mengudara pada tanggal 17 Januari 2014.

Setelah momen ini, kemudian Darwin Airline justru mulai mengurangi jumlah layanan penerbangannya. Operasi semakin diperkecil dan jumlah jalur pun semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan pembatasan yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Dalam kebijakan tersebut, perusahaan penerbangan dari Swiss tidak bisa beroperasi dan menyediakan layanan penerbangan di negara-negara Uni Eropa. Dari sinilah, kemudian akhirnya Darwin Airline berhenti beroperasi sepenuhnya dan tidak lagi menyediakan layanan penerbangan. Dari sekian banyak pesawat yang digunakan oleh Darwin Airline, Saab 2000 adalah jenis pesawat yang mendominasi. Dari total 16 pesawat yang dimiliki selama masa beroperasinya Darwin Airline, Saab 2000 mengisi sepuluh di antaranya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.